Simak 5 Fakta Sejarah Unik Candi Borobudur

Candi Borobudur adalah

Jika mengingat masa-masa karyawisata saat sekolah, salah satu destinasi favorit yang wajib dikunjungi ialah Candi Borobudur di Jawa Tengah. Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia yang sempat menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia. Kemegahannya memang mengundang decak kagum semua orang hingga mampu bersaing dengan landmark kota bahkan negara lain.

 

Berwisata ke Candi Borobudur rasanya tidak lengkap jika tidak mempelajari sejarah di dalamnya. Karena candi ini penuh fakta sejarah unik dan menarik yang sayang untuk dilewatkan. Apa saja fakta uniknya? Simak di bawah ini:

 

Candi Borobudur ditemukan oleh Gubernur Jenderal asal Inggris

Pada tahun 1814, seorang Gubernur Jenderal yang berasal dari Inggris, Sir Thomas Raffles menemukan serta menyebut nama Borobudur pada buku The History of Java. Di dalam buku tersebut, ia menceritakan pertentangannya dalam perbudakan di tanah Jawa. Tak hanya itu, Raffles pun menceritakan penemuannya berupa gundukan batuan besar yang terkubur di tanah. Akhirnya ia memerintahkan anak buahnya untuk membersihkan dan mempelajari candi Buddha tersebut secara lebih lanjut.

 

Proses pembangunan selama 100 tahun

Wajar adanya jika proses pembangunan candi megah ini memakan waktu sekitar 75-100 tahun lamanya. Waktu tersebut dilihat berdasarkan aksara di dinding candi yang memaparkan bahwa pembangunan candi dilakukan pada abad ke-8 dan ke-9. Saat itu candi dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra.

 

Jumlah relief ribuan

Dilihat dari data yang ada, candi ini memiliki relief sebanyak 2672. Relief ini tersusun atas 1212 relief dekoratif serta 1460 relief kisah Buddha. Konon jika relief ini disusun secara memanjang, bisa mencapai 6 kilometer. Pada relief kisah Buddha, terbagi dalam empat cerita utama, ialah Karmawibangga, Lalita Wistara, Jataka dan Awadana, serta Gandawyuha. Isi relief ini berkisah tentang nilai ajaran Buddha beserta perjalanannya. Sedangkan relief dekoratif berisi tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa.

 

Artefak tersebar di berbagai tempat di dunia

Artefak Candi Borobudur nyatanya ada beberapa yang tidak ada di sana, melainkan sudah tersebar di berbagai museum di dunia. Pada tahun 1896, Raja Chulalongkorn II yang berasal dari Thailand berkunjung ke Candi Borobudur dan meminta oleh-oleh berupa artefak candi. Pemerintah yang saat itu dipegang oleh Hindia Belanda pun memberikan beberapa artefak untuk nantinya akan dipajang di Museum Nasional Bangkok. Tak hanya di Thailand, negraa Eropa seperti Belanda dan Inggris juga memiliki artefak Candi Borobudur yang telah dimuseumkan.

 

Kepala patung Buddha bernilai

Dari data yang ada, sebanyak 248 arca dari total 504 arca memiliki kondisi tanpa kepala. Jadi sekitar 57 kepala belum terpasang dan sisanya tidak ditemukan keberadaannya. Menurut kabar yang beredar, kepala patung Buddha bernilai cukup mahal sehingga banyak mengincarnya.

 

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.