Daftar Tujuh Poin Kesepakatan PSSI Pers-Persija Jakarta, Boikot Pemberitaan Resmi Dicabut

– Ketua Koordinatoriat PSSI Pers, Zainal Hasan mengumumkan, PSSI pers telah resmi mencabut boikot terhadap pemberitaan Persija Jakarta. Kepastian itu diambil setelah PSSI Pers mengadakan pertemuan dengan manajemen Persija Jakarta pada Minggu (5/9/2021). “Dengan sudah adanya rilis dan Postingan IG story dari Persija Jakarta. Maka dengan ini, izin menyampaikan bahwa PSSI Pers resmi mencabut Boikot terhadap Persija,” kata Zainal Hasan, Selasa (7/9/2021).

“Ke depan tinggal kita kawal bersama akan poin poin kesepakatan dengan Persija. Semoga bisa ada perubahan kebaikan yang sesuai harapan,” sambungnya. Sebelumnya, Persija Jakarta merespons tindakan boikot dari PSSI Pers dengan melakukan audiensi. Pertemuan berlangsung di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (5/9/2021) malam WIB.

Pada kesempatan itu manajemen Persija diwakili Azwan Karim. Diskusi berjalan dengan cair. Persija mempertanyakan alasan dan kronologi PSSI Pers memboikot pemberitaan Persija. PSSI Pers menyampaikan Persija sudah terlalu tertutup dengan wartawan.

Kondisi itu membuat wartawan kesulitan melakukan wawancara, baik itu ke pemain hingga manajemen. PSSI Pers menjelaskan situasi ini sudah berlangsung sejak lama, jauh sebelum masuk masa pandemi. Minimnya update seputar Persija disampaikan ke pihak Persija.

Keluhan soal kesan Persija menjadikan awak media sebagai kompetitor tak luput dari pembahasan. Tak lupa juga PSSI Pers membandingkan sikap kooperatif klub klub lain dalam membangun kemitraan dengan wartawan. Menanggapi penjelasan boikot dari PSSI Pers, Persija mengakui adanya komunikasi yang terputus dengan media.

Salah satu alasannya adalah kondisi pandemi Covid 19. Kondisi serba tak pasti itu turut berpengaruh terhadap roda organisasi klub. Persija menyatakan komitmen untuk memperbaiki pendekatan serta komunikasi dengan awak media atau wartawan.

Persija akan membenahi tim media klub agar bisa menjalin kemitraan yang lebih baik dengan wartawan. Persija dan awak media akan membangun kemitraan yang lebih baik agar kejadian boikot tidak terulang. Akses informasi dan wawancara akan dibuka seluas luasnya selama masih dalam koridor yang relevan dengan sepak bola.

Persija menyatakan masih membutuhkan media dan wartawan untuk kebutuhan eksposur klub. Persija ingin PSSI Pers mengakhiri tindakan boikot pemberitaan dan tidak akan mempersulit kinerja wartawan dalam mencari informasi. 1. Manajemen, pemain, dan pelatih akan membuka diri terhadap wartawan. Tidak ada eksklusivitas di Persija. Semua pemain bisa diwawancarai secara khusus melalui prosedur yang ditetapkan, yakni dengan mengirim surat permohonan ke klub.

2. Persija berencana menggelar pertemuan rutin dengan wartawan. Selama masih dalam situasi pandemi COVID 19, untuk sementara pertemuan akan berlangsung satu kali dalam seminggu secara virtual. 3. Persija akan menambah kuantitas pemberitaan harian di situs resmi klub dengan konten yang lebih bervariasi. Persija juga tidak menutup kemungkinan menyediakan angle atau narasumber yang diusulkan wartawan. 4. Persija memahami kesulitan wartawan televisi yang tak bisa meliput langsung ke lapangan dalam kondisi pandemi COVID 19. Persija siap menyuplai video video yang dibutuhkan awak media televisi untuk pemberitaan.

5. PSSI Pers menginginkan manajemen Persija untuk konsisten berkomunikasi secara dua arah dan serius dalam menjawab pertanyaan wartawan. Dalam beberapa kesempatan, manajemen Persija terkesan bergurau menjawab pertanyaan wartawan terkait isu isu penting. 6. PSSI Pers sangat siap untuk mengikuti prosedur dalam setiap peliputan dan wawancara. Seperti di situasi pandemi COVID 19 ini, PSSI Pers tidak keberatan jika wawancara atau diskusi dilakukan secara virtual sampai kondisi kondusif. 7. Dengan tercapainya kesepakatan kesepakatan ini, PSSI Pers resmi mencabut boikot pemberitaan Persija.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.