Kepincut Local Wisdom Surabaya, TV Prancis Blusukan Pasar Pabean dan Kampung Maspati

by Feb 14, 2019Berita0 comments

Surabaya SparklingRintik hujan tak menyurutkan Xavier Petit dan Fabien Da Luz dua reporter asal Perancis untuk melakukan reportase beberapa destinasi wisata kota Surabaya. Mereka disampingi Eka Moncarre, Country Manager France Visit Indonesia Tourism Officer (Vito). William Wongso, chef ternama Indonesia turut dalam rombongan peliputan.

Eka mengaku, mereka telah melakukan syuting selama sepuluh hari. Diawali dengan kota Balikpapan dilanjutkan dengan Kutai Barat. Berikutnya ke Banyuwangi, Kalibaru, Sukamade dan Surabaya.

Lebih lanjut menurut Eka, Surabaya dipilih menjadi destinasi liputan karena Surabaya belum begitu dikenal di Perancis. Spesialitas dengan pasar dan kuliner. Berikutnya Surabaya baru saja menerima penghargaan sebagai kota terbaik dunia. Hal tersebut merupakan timing yang bagus untuk memperkenalkan kota Surabaya.

Masih menurut Eka, tim peliput mengangkat lifestyle Surabaya, pasar, kuliner, budaya kebersihan dan heritage. Terkait hubungan Surabaya dengan Perancis, Eka menjelaskan, Le Zarki menjadi pemilik Hotel Majapahit dan Charlie Chaplin pernah singgah lama di hotel tersebut.

Eka menuturkan, Surabaya dipilih sebagai destinasi terakhir karena mereka dapat  langsung pulang ke Perancis dengan Singapore Airlines. Eka juga mengaku dapat support penuh dari Pemerintah Kota Surabaya. Eka menjelaskan, dari hasil peliputan yang dilakukan di Indonesia akan disiarkan di TV 5 Monde dan France 2.

Tim peliput dari Perancis memulai reportase Senin (11/2) dengan blusukan Hotel Majapahit. Di Hotel Majapahit mereka seakan dibawa mesin waktu kembali ke masa lalu. Hotel Majapahit menjadi saksi bisu kunjungan  Charlie Chaplin dan Perjuangan Arek-arek Suroboyo. Pada malam harinya, tim peliput diajak menyusuri keindahan dan kebersihan Kalimas. Tim disambut oleh sajian campursari yang disajikan siswa-siswi SMPN 3 Surabaya.
Sedangkan hari ini Selasa (12/2), tim peliput mengunjungi pasar ikan tradisional Pabean. Mereka mendokumentasikan aktifitas penjual dan pembeli di pasar yang dibangun era Hindia-Belanda tersebut. Ditemani aroma rempah dan amisnya ikan mereka memotret keegaliteran warga Surabaya. Usai dari Pabean, tim menikmati keindahan rentetan bangunan tua jalan Panggung yang kini telah bersolek.
Tim peliput melanjutkan perjalanan ke Kampung Lawas Maspati. Tim disambut dengan hangat oleh warga setempat. Irama musik patrol mengiringi tim peliput mengabadikan setiap sudut kampung. Tim dibawa ke beberapa destinasi di kampung tersebut, seperti Omah Tua, warkop yang juga perpustakaan yang berdiri sejak 1902. Dilanjutkan ke sekolah Ongko Loro yang dulunya menjadi Sekolah Rakyat. Usai mendapat keramahan warga Kampung Maspati, mereka mencicipi kuliner khas Surabaya berupa sate Ondomohen. (Pri)

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *