Bagaimana Sistem Peredaran Darah Manusia Bekerja Menurut SehatQ?

Darah merupakan komponen yang sangat penting dalam tubuh karena mengalir dari atas kepala hingga kaki dengan peredaran yang begitu sistematis. Lalau sebenarnya bagaimana sistem peredaran darah manusia bekerja di dalam tubuh?

Pengertian Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem peredaran darah manusia adalah bagaimana darah yang mengalir di dalam tubuh dipompa oleh jantung dan dialirkan oleh pembuluh darah di sekujur tubuh. Darah ini akan dialirkan dari dan kembali lagi ke jantung.

Setiap aliran darah yang dialirkan melalui pembuluh darah, akan diedarkan ke seluruh tubuh. Darah akan membawa nutrisi, oksigen, dan hormon yang nantinya akan diserap oleh sel-sel tubuh untuk kebutuhan tertentu. Zat-zat sisa seperti karbondioksida juga diangkut darah untuk dikeluarkan.

Ada dua jenis pembuluh darah yang memiliki tugas untuk mengalirkan darah, yaitu pembuluh arteri dan pembuluh vena. Pembuluh arteri mengalirkan darah dari jantung. Sedangkan pembuluh vena memiliki fungsi untuk mengalirkan darah kembali ke jantung.

Mengenal Fungsi Jantung

Fungsi utama jantung dalam sistem peredaran darah manusia adalah sebagai pompa dengan cara berdenyut sebanyak 60 hingga 100 kali setiap menitnya untuk ukuran normal. Setiap denyut jantung memompa darah agar dialirkan ke seluruh tubuh mengedarkan oksigen dan nutrisi untuk sel tubuh.

Darah kemudian akan dialirkan kembali ke jantung setelah tugasnya mengantarkan oksigen selesai. Jantung akan memompa darah kembali ke paru-paru untuk mengambil oksigen. Siklus peredaran darah seperti ini akan terjadi terus-menerus secara berulang-ulang sepanjang hidup.

Cara Sistem Peredaran Darah Bekerja

Sistem peredaran darah pada manusia disebut juga sebagai sistem peredaran darah ganda. Hal ini dikarenakan sistem paredaran tersebut terdiri dari sirkulasi sistemik (peredaran darah besar) dan sirkulasi pulmoner (peredaran darah kecil). Bagaimana sistem peredaran darah bekerja?

1. Sirkulasi Sistemik (Peredaran Darah Besar)

Darah yang dialirkan dari paru-paru untuk kembali ke jantung sudah mengandung oksigen yang nantinya akan dialirkan ke seluruh tubuh. Darah yang beroksigen tersebut akan dipompa keluar oleh jantung melewati aorta atau pembuluh arteri besar.

Aorta memiliki banyak cabang sehingga darah yang melewati aorta ini bisa dialirkan ke seluruh bagian tubuh hingga ke otot-otot jantung. Cabang pembuluh darah akan semakin kecil jika posisinya semakin jauh dari aorta.

Setelah darah dialirkan kembali ke jantung, sistem peredaran berikutnya yang akan dilewati adalah sirkulasi pulmoner. Pada sikulus ini darah akan mengambil oksiben dan karbondioksida yang ada di paru-paru akan dibuang.

2. Sirkulasi Pulmoner (Peredaran Darah Kecil)

Sesuai namanya, sirkulasi pulmoner atau peredaran darah kecil ini memiliki siklus yang pendek. Darah akan dialirkan dari paru-paru kemudian dialirkan kembali ke jantung. Darah yang sudah dialirkan kembali ke jantung tersebut akan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmoner.

Arteri pulmoner merupakan pembuluh arteri besar yang memiliki tugas utama untuk mengalirkan darah. Darah akan mengambil oksigen saat sudah sampai di paru-paru yang didapatkan dari sistem pernafasan manusia. Setelah itu, karbondioksida akan dilepaskan.

Setelah kandungan oksigen tersebut diambil oleh darah, darah akan mengalir kembali ke jantung. Pembuluh vena pulmoner akan mengantarkan aliran darah untuk kembali ke jantung. Sehingga bisa disimpulkan bahwa sirkulasi pulmoner hanya mencakup paru-paru, jantung, dan pembuluh darah.

Mengingat betapa krusialnya peran darah, jantung, dan pembuluh darah dalam tubuh manusia, penting sekali untuk menjaga kesehatan organ tubuh ini. Karena jika ada masalah pada jantung, tentu akan berdampak pada sistem peredaran darah manusia secara keseluruhan.

Demikianlah artikel kesehatan yang penting untuk kita pahami bersama, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan